- Sabtu
- Hari Ini
As-Saffaat 35-36
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka:
(Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah)
mereka menyombongkan diri,dan mereka berkata:
"Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"
08/09/2014
24/07/2014
TIPS CARA MERAWAT HP
1. Jangan menggoyang-goyangkan HP saat sinyal lemah atau tidak ada. Hal ini akan membuat HP pusing & mual. Tempelkan saja di ujung menara, sekalian HP berjemur agar lebih sehat.
2. Jangan mencharge HP terlalu lama, saat baterai sudah full. Hal ini akan membuat baterai anda bunting atau melembung. Jika itu terjadi, belum tentu anda mau bertanggung jawab & menikahinya.
3. Jangan terlalu sering bermain permainan di HP. Cobalah serius dengannya. Di dunia ini tak ada yg mau dipermainkan. Syukur kalau bisa langgeng sampai ke anak cucu.
4. Jangan terlalu keras memencet keypad atau layar sentuh HP anda. Kecuali HP anda sedang pegal2 dan jangan di grepe2 ya, kasian kan ?
5. Cucilah HP anda seminggu sekali agar bersih dari noda, bau & virus. Bayangkan jika anda tidak mandi seminggu. Begitu juga dengan HP anda. Serasa gimanaa gitu
6. Pakaikan jaket yg tebal pada HP anda. Hal ini akan membuat HP anda lebih nyaman, tahan masuk angin & pilek. Kalo masuk angin, kerokin ya atau kalo hapenya smartphone minum tolak angin aja, kan hp pintar minum tolak angin.
7. Jangan terlalu sering mengisi pulsa dengan yg murahan atau BlackMarket. Hal ini akan membuat HP anda minder. Semakin mahal semakin tinggi harga dirinya.
8. Gunakan Facebook bersubsidi 0.facebook. Hal ini akan menghemat pulsa anda yg mana HP masih kreditan.
9. Jangan penuhi HP anda dengan sms dari selingkuhan. Jika ketahuan pasangan anda (suami/istri), maka sudah bisa dipastikan akan melayang nyawa HP anda, mungkin juga anda.
10. Jika anda sedang kesal, lemparlah HP pada tempat yg empuk. Hal ini akan menghindarkan HP anda dari patah hati/ atau patah tulang. Ya Mana biaya RS sekarang mahal lagi, tapi sekarang tenang karena ada kartu BLSM.
12/07/2014
Wasiat Abi sebelum wafat
Setelah beliau wafat,Banyak orang bertanya-tanya pada ahli waris "diwarisi ilmu kesaktian apa sama abimu?"
namun dengan tenang kami menjawab "tidak ada,hanya disuruh dzikir saja yng banyak".
"ah bohong.." sahutnya.
Mungkin percakapan-percakapan seperti itu sekarang masih ada. Namun saya coba mengaplikasikan pembicaraan abi dulu,kira-kira sebulan sebelum wafat. Kurang lebih seperti ini:
"Nak... Jadilah manusia yang lebih baik. Jangan seperti abi..
Perbanyaklah dzikir,amalkan sebaik-baiknya & taatilah agama dan negara. Jangan takut menghadapi hidup.
Nak.. Yang sabar,dan ikhlas.. Bila engkau disakiti/dianiaya,doakanlah orang itu agar dia selamat,sengaja maupun tidak orang itu pasti akan sengsara. Insya Allah anak-anakku selamat dalam perlindungan Allah. Maka dari itu takutlah pada Allah,pelajari ilmu untuk kebaikanmu jangan sampai lepas dari abah (syekh ahmad shohibul wafa ta'jul aririn r.a)".
11/07/2014
Suryalaya = Narkoba?
Fulan: mas,anda mantan pengguna narkoba?
Saya: tidak,anda koq berkata begitu pada saya?
Fulan: itu suryalaya.
Saya: ada apa dengan suryalaya? (memancing dialog).
Fulan: suryalaya kan tempat inabah yang dihuni para pecandu2 narkotika. (dg mimik sok tau menjelaskan).
Saya: trus,apa sembuh?
Fulan: lha mas sendiri? Tp sy lihat2 infonya 100% sembuh sih. Dan saya yakin suryalaya tempat terpercaya merehabilitasi pecandu narkoba dg metode2 yang mungkin kebanyakan orang menganggap tidak masuk akal.
Saya: itu pecandu narkoba bisa sembuh ya? Sedangkan saya tidak pernah sedikitpun menyentuh barang itu (bukan pemakai).
Fulan: lha mas bukan pecandu narkoba,tapi koq di suryalaya?
Saya: ya memang saya bukan pecandu narkoba,tapi saya PECANDU HARTA, MARTABAT DAN JABATAN (KEDUNIAAN).
Fulan: mas,anda mantan pengguna narkoba? Saya: tidak,anda koq berkata begitu pada saya? Fulan: itu suryalaya. Saya: ada apa dengan suryalaya? (memancing dialog). Fulan: suryalaya kan tempat inabah yang dihuni para pecandu2 narkotika. (dg mimik sok tau menjelaskan). Saya: trus,apa sembuh? Fulan: lha mas sendiri? Tp sy lihat2 infonya 100% sembuh sih. Dan saya yakin suryalaya tempat terpercaya merehabilitasi pecandu narkoba dg metode2 yang mungkin kebanyakan orang menganggap tidak masuk akal. Saya: itu pecandu narkoba bisa sembuh ya? Sedangkan saya tidak pernah sedikitpun menyentuh barang itu (bukan pemakai). Fulan: lha mas bukan pecandu narkoba,tapi koq di suryalaya? Saya: ya memang saya bukan pecandu narkoba,tapi saya PECANDU HARTA, MARTABAT DAN JABATAN (KEDUNIAAN).
08/07/2014
Percakapan
Fulan: kegiatan mas,apa?
Saya: dirumah saja jadi pengacara sukses.
Fulan: lho,gag kerja?
Saya: gag
fulan: lantas kebutuhan mas?
Saya: saya terima dengan sabar & ikhlas
fulan: udah nikah?
Saya: belum,pacar aja belum ada...
fulan: kenapa? Padahal umur udah lebih dari cukup lho..
Saya: iya sih..tp sy belum memikirkan itu. Kendati demikian,saya tidak menolak bila ada wanita cantik hadir menginginkan saya untuk jadi suaminya.
07/07/2014
Pesantren
Dulu,dipesantren.. Aku sangat berhati-hati mengelolah uang kiriman,karena
-amanah finansial keluarga.
-bertanggung jawab penuh dalam belajar,sehingga tidak pernah kena sanksi.
Setiap malam shalat & dzikir
(tidak ada yang tau,ada tiga orang yang memergoki tapi sudah selesai) sehingga saat sekolah teman-teman mengejek aku si raja tidur.
Masa kritis..
Pernah telat kiriman 3hari sampai sendiri disemak belukar belakang pesantren mencari apapun yang dapat dimakan dan minum air kran.
Pernah juga malam-malam sahur sendiri berliwet ria lauk garam.
"teman-temanmu mana?"
mereka bilang,aku ini kedunyan (pelit),mungkin mereka gag peduli. Sekarang,,Alhamdulillah semua keadaan berbalik 180 drajat (sangat kontras) dengan yang dulu.
-amanah finansial keluarga.
-bertanggung jawab penuh dalam belajar,sehingga tidak pernah kena sanksi.
Setiap malam shalat & dzikir
(tidak ada yang tau,ada tiga orang yang memergoki tapi sudah selesai) sehingga saat sekolah teman-teman mengejek aku si raja tidur.
Masa kritis..
Pernah telat kiriman 3hari sampai sendiri disemak belukar belakang pesantren mencari apapun yang dapat dimakan dan minum air kran.
Pernah juga malam-malam sahur sendiri berliwet ria lauk garam.
"teman-temanmu mana?"
mereka bilang,aku ini kedunyan (pelit),mungkin mereka gag peduli. Sekarang,,Alhamdulillah semua keadaan berbalik 180 drajat (sangat kontras) dengan yang dulu.
Pesantren
Dulu,dipesantren.. Aku sangat berhati-hati mengelolah uang kiriman,karena
-amanah finansial keluarga.
-bertanggung jawab penuh dalam belajar,sehingga tidak pernah kena sanksi.
Setiap malam shalat & dzikir
(tidak ada yang tau,ada tiga orang yang memergoki tapi sudah selesai) sehingga saat sekolah teman-teman mengejek aku si raja tidur.
Masa kritis..
Pernah telat kiriman 3hari sampai sendiri disemak belukar belakang pesantren mencari apapun yang dapat dimakan dan minum air kran.
Pernah juga malam-malam sahur sendiri berliwet ria lauk garam.
"teman-temanmu mana?"
mereka bilang,aku ini kedunyan (pelit),mungkin mereka gag peduli. Sekarang,,Alhamdulillah semua keadaan berbalik 180 drajat (sangat kontras) dengan yang dulu.
-amanah finansial keluarga.
-bertanggung jawab penuh dalam belajar,sehingga tidak pernah kena sanksi.
Setiap malam shalat & dzikir
(tidak ada yang tau,ada tiga orang yang memergoki tapi sudah selesai) sehingga saat sekolah teman-teman mengejek aku si raja tidur.
Masa kritis..
Pernah telat kiriman 3hari sampai sendiri disemak belukar belakang pesantren mencari apapun yang dapat dimakan dan minum air kran.
Pernah juga malam-malam sahur sendiri berliwet ria lauk garam.
"teman-temanmu mana?"
mereka bilang,aku ini kedunyan (pelit),mungkin mereka gag peduli. Sekarang,,Alhamdulillah semua keadaan berbalik 180 drajat (sangat kontras) dengan yang dulu.
Dulu,dipesantren.. Aku sangat berhati-hati mengelolah uang kiriman,karena -amanah finansial keluarga. -bertanggung jawab penuh dalam belajar,sehingga tidak pernah kena sanksi. Setiap malam shalat & dzikir (tidak ada yang tau,ada tiga orang yang memergoki tapi sudah selesai) sehingga saat sekolah teman-teman mengejek aku si raja tidur. Masa kritis.. Pernah telat kiriman 3hari sampai sendiri disemak belukar belakang pesantren mencari apapun yang dapat dimakan dan minum air kran. Pernah juga malam-malam sahur sendiri berliwet ria lauk garam. "teman-temanmu mana?" mereka bilang,aku ini kedunyan (pelit),mungkin mereka gag peduli. Sekarang,,Alhamdulillah semua keadaan berbalik 180 drajat (sangat kontras) dengan yang dulu.
27/12/2012
13/08/2012
LAILATUL QODAR
kalimat diatas sudah sangat kental dan sering di dengar, terutama ketika masuk bulan Ramadhan popularitas Lailatul Qodar mendapat reting tertinggi. tak hanya kaum ulama yang awalnya jauh dari sajadah berupaya dekat bahkan tidur di atas sajadah.
sekadar bahan diskusi penting ummat islamk memahami betul L...
ailatul Qodar jangan sampai image yang sekarang berkembang seolah Lailatul Qodar itu makhluk sehingga bahasanya menunggu atau mencari Lailatul Qodar. ini pemahaman yang keliru.
dalam kitab Tobaqot al-qubro ada 2 hal yang perlu di perhatikan.
1. ada fadilah Lailatul Qodar, yakni sebagai mana yang difirmankan Alloh swt dan disabdakan Rasululloh saw. siapa saja yang beribadah didalamnya akan mendapat kan pahala segudang. Rasululloh saw mengisyaratkan adanya di malam sepuluh akhir bulan Ramadhan.
2. ada haqikat Lailatul Qodar yakni sebagaimana diisyaratkan ulama-ulama tasawuf, yang dimaksud haqikat lailatul qodar dimana AUQOTUHA KULLUHA LAILATUL QODAR sejatinya semua waktu yang kita laluli harus menjadi Lailatul Qodar artinya lebih baik dari pada ibadah 100 bulan. biskah, insya Alloh bisa.
A'MALU JAWARIH LA TUQBALU ILLA BI'AMALI QOLBI, WA AMALUL QOLBI TUQBALU BIDUNIHA. ARTINYA amal yang dikerjakan anggota badan (syari'at /lahiriah) tidak diterima Alloh manakala hatinya tidak bekerja (berzikir), dan pekerjaan hati (zikrulloh) diterima Alloh walau badannya diam.
agar setiap detik kita merasakan nikmatnya Lailatul Qodar, tidak ada jalan lain kecuali hati kita selalu mengingat Alloh tanpa putus (zikrulloh) karena memang kenyataan Zikir pada dasarnya perbuatan hati. ketika hati berzikir maka amal yang kita kerjakan menjadi amal yang istimewa dihadapan Alloh, jika beramal sementara hatinya sedang lupa kepada Alloh maka tidak akan di pandang apa-apa oleh-Nya.
bisa dibilang yang sudah dapat hakikaty Lailatul Qodar akan mudah mendapatkan fadilah Lailatul Qodar, sebaliknya yang belum mendapatkan hakikat Lailatul Qodar akan sulit mendapatkan fadilahnya.
bagi yang sudah mendapatkan bersyukurlah dengan melaksanakan solat sunnat Lailatul kodar setelah solat tarawih 4 roka'at 2 salam. setiap roka'at selepas fatihah membaca surat Attakasur 1x dan alikhlas 3x.
yang belum dapat mintalah pertolongan Alloh agar diberikan hidayah dan inayah sehingga dapat bertemu dengan orang yang dapat memberikan hakikat lailatul qodar. semoga manpaat, amin
Atus Ludin Mubarok
Minal ‘Aidin wal Faizin
Alhamdulillah, tinggal besok satu hari lagi ummat Islam akan menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Setelah sebulan penuh berpuasa, maka insya Allah hari Jumat nanti kita akan memasuki bulan Syawal. Alhamdulillah juga, puasa tahun ini di Indonesia tidak terlalu berat sebab meskipun sekarang ini musim kemarau, tetapi hujan turun terus hampir setiap hari karena anomali cuaca.
Mulai hari ini sudah banyak orang mengirim SMS lebaran, padahal lebaran masih 2 hari lagi. Saya saja sudah menerima 3 SMS. Diperkirakan besok SMS lebaran yang masuk ke ponsel setiap orang akan makin banyak lagi setelah waktu berbuka puasa yang terakhir (setelah Maghrib). Itu belum termasuk ucapan melalui akun jejaring sosial, email, dan blog.
Kalimat apa yang banyak diucapkan orang untuk memberi ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri? Kalau bukan “minal aidin walfaizin”, ya “(mohon) maaf lahir dan batin”. Seringkali penulisan kedua kalimat itu disatukan menjadi “minal aidin walfaizin, (mohon) maaf lahir dan batin”. Bagi orang yang tidak mengerti Bahasa Arab mungkin beranggapan bahwa “minal aidin walfaizin” itu artinya “maaf lahir dan batin”. Bukan saudara-saudara.
Tadi saya mendapat email dari milis sebelah yang menjelaskan arti “minal aidin walfaizin”. Berikut saya kutipkan sebagian isi email tesrebut”
Kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah penggalan sebuah doa dari doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yakni : “Taqabbalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu minal ‘aidin wal faizin” yang artinya “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.
Sehingga arti sesungguhnya dari “Minal Aidin wal Faizin adalah “Semoga
kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.
Nah, begitu artinya, mudah-mudahan kita sekarang sudah memahami kalimat itu. Menurut penulis emal tadi, hati-hati juga kesalahan penulisan sebab dalam bahasa Arab berbeda satu huruf saja artinya sudah lain.
1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar.
2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan Indonesia.
3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf
“dzal” dalam abjad Arab.
4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya
memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”.
5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”,
seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”.
Selain ucapan “minal adin wal faizin, diantara kita juga sering menerima ucapan sebagai berikut: Taqabalalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, yang artinya “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan, puasaku dan puasa kalian”.
Oh ya, saya juga mendapat email dari teman yang berisi ucapan selamat hari raya, bunyinya cukup unik dan lucu, begini:
Selamat datang di penerbangan RAMADHAN AIR, Flight no 1431 H, dng tujuan IDUL FITRI. Jarak tempuh 2 hari lagi, dengan jelajah ketinggian TAQWA tanpa batas. Penerbangan ini bebas asap maksiat. Kenakan sabuk pengaman berlandaskan AL-Qur,an. Tegakkan sandaran kursi keimanan, lipat meja nafsu dan syahwat, Penerbangan ini bebas asap maksiat. Kenakan sabuk pengaman berlandaskan AL-Qur,an. Tegakkan sandaran kursi keimanan, lipat meja nafsu dan syahwat, serta buka jendela sodaqoh melalui infaq dan zakat. Jika cuaca buruk, perbanyak dzikir serta tilawah, dan beramallah secara luar biasa. Matikan semua alat komunikasi dng Syaetan, krn dpt mengganggu sistem navigasi ketaqwaan. Insya Allah kita mencapai tujuan surga.
Atas nama awak kabin yang bertugas, Pilot NurulSugiPamilih dan Co-Pilot , mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITHRI 1431 H.MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. TAQOBALALLAHU MINNA WAA MINKUM
Apapun kalimat ucapan itu, intinya sama yaitu mendoakan orang lain untuk mendapat kebaikan dari Allah SWT. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, wa ja’alanallahu minal ‘aidin wal faizin”.
11/03/2012
Azzainiyyah: KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab
Azzainiyyah: KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab: kiayi yang sering di sapa akrab dengan panggilan ajengan Zezen ini lahir pada tanggal 17-02-1955.
Sosok kiayi kharismatik dan tidak pern...
Sosok kiayi kharismatik dan tidak pern...
11/01/2012
Adab murid terhadap diri sendiri
Yang juga harus
diperhatikan oleh seorang murid, yakni adab terhadap dirinya sendiri yang antara lain :
1. Selalu merasa bahwa dirinya senantiasa dilihat/diawasi oleh Alloh Swt dalam
segala keadaan, sehingga dapat tersibukk an oleh lafadz Alloh … Alloh … sekalipun
sedang melakukan pekerjaan (duniawi) ;
2. Mencari teman bergaul yang baik dan tidak bergaul dengan orang yang buruk
perilakunya ;
3. Tidak tamak mengharapkan sesuatu yang ada pada orang lain ;
4. Tidak berlebihan didalam hal makan dan berpakaian ;
5. Tidak tidur didalam keadaan junub (berhadas besar) ;
6. Hendaknya suka melanggengkan wudlu ;
7. Menyedikitkan tidur, terlebih dalam waktu sahur (1/3 malam terakhir) ;
8. Tidak suka mujadalah (berdebat) dalam masalaah ilmu, karena hal itu bisa
menjadikan ghoflah (alalai) kepada Alloh Swt dan menjadikan/mengakibatkan
buta/gelap hati ;
9. Suka duduk-duduk bersama saudaranya (se jama’ah thoriqoh) ketika hatinya sedang
gundah dan menceritakan adab berthoriqoh ;
10. Tidak suka tertawa terbahak-bahak ;
11. Tidak suka membahas perilaku seseorang dan tidak suka bertengkar ;
12. Merasa takut terhadapa siksa Alloh Swt dan senantiasa memohon ampunannya. Dan
jangan pernah merasa bahwa amal dan dzikirnya sudah bagus . -
09/01/2012
Tasawwuf dan Kenyataan Sejarah
Introspeksi arti tasawuf meliputi misi, visi, pertumbuh an, factor pendorong kemunculan,
dan posisinya sebagai bagian dari epistimologi ; Ada beberapa definisi tasawuf, antara lain
didefinisikan sebagai bukan gerak lahir dan bukan pengetahuan, tetapi kebijakan ; Al-Junaidi
al-Baghdadi menyatakan bahwa tasawuf adalah penyerahan diri kepada Alloh ; Ada juga yang
berpendapat bahwa tasawuf adalah makan sedikit demi mencari kedamaian dalam Dzat Alloh
dan menarik diri dari khalayak ramai ;
Kalau membaca terus definisi -definisi tasawuf yang ada, kita bias terjebak dalam satu
pojok : Tasawuf, kalau begitu sama dengan zuhud ; tasawuf berarti lapar ; Ada yang
mengatakan bahwa agar kita tidak cepat dimasuki syetan, kita harus mengosongkan perut
sehingga mudah mengendalikan diri ; Akan tetapi ada juga yang secara bers eloroh mengatakan,
justru perut harus diisi agar syetan tidak bias masuk ; Ada yang menyimpulkan bahwa tasawuf
pada intinya adalah zuhud ; Tasawuf, seolah -olah hanya terkait dengan urusan akhirat , tidak
dengan dunia ; reaksinya pada dunia adalah negative dan mengharuskan hidup miskin ;
Adakah tasawuf memang demikian ???
Tampaknya kita harus berkunjung ke sarang para sufi ; sebab, belajar tasawuf hanya
mendengar saja, sama artinya dengan tidak belajar ; seperti halnya ketika kita belajar
mengemudi mobil hanya melalui ceramah saja, tanpa praktik ;
Definisi-definisi diatas, tidak menjelaskan tasawuf yang sebenarnya. Definisi tersebut
hanya petunjuk saja. Tujuan tasawuf tidak akan dapat difahami dan dijelaskan dengan persepsi
apapun, filosofis maupun yang lain. Hanya ke’arifan hati yang mampu memahami sebagian dari
banyak seginya. Diperlukan suatu pengalaman rohani yang tidak bergantung pada methode -
methode indra ataupun pemikiran.
Timbulnya tasawuf dalam Islam bukan sesuatu yang aneh, bahkan wajib ; Kurang ke-
Islamannya apabila seseorang tidak mengambil tasawuf ; Nabi saw sebelum menjadi Rasul …
adalah seorang sufi,; Beliau saw hidup sederhana, memikirkan kebenaran, merenungkan alam
dan bertapa (Uzalah).
Fazlur Rohman mengatakan bahwa permulaan gerakan sufi berhubungan dengan satu
kelompok muslim yang senang melakukan bertapa ; Mereka senang membaca al -Qur’an dengan
cara menangis ; Mereka juga senang bercerita dan cerita-cerita mereka sangat mempengaruhi
para pendengarnya ; Akan tetapi yang penting disin i adalah bahwa Nabi saw sebelum menjadi
Rasul maupun sesudahnya … adalah seorang sufi. ; Demikian juga halnya para shohabat beliau
saw ; Hanya saja, waktu itu belum dikenal yang namanya tasawuf. Urutan riyadlohnya belum
dikodifikasikan dan belum dibuat rumusan-rumusan.
Sekarang, tasawuf sudah menjadi berbagai thoriqoh, methode -methodenya sudah begitu
teratur. Di zaman Rasul saw dan para shohabat, tasawuf belum seperti sekarang. Namun, pada
essensinya mereka sama dengan para sufi zaman -zaman selanjutnya.
Banyak orang belum begitu faham tentang apa itu tasawuf dan apa itu thoriqoh.
Konsekwensinya, kalau kita ingin mengambil tasawuf, pasti kita mengambil thoriqoh, sebab
pengamalan tasawuf ada dalam berbagai thoriqoh . ; Apabila tasawuf hanya diartikan sebaga i
banyak puasa, tidak mau diajak korupsi, atau hanya diartikan sebagai suatu sikap keilmuan,
orang tidak perlu ikut/masuk thoriqoh ; Akan tetapi , apabila tasawuf sudah mencapai
pengertiasn riyadloh (latihan dengan menempuh berbagai tingkatan tertentu), or ang harus
mengambil thoriqoh. Harus ada bentuknya, apapun namanya, Qodiriyah, Naqsabandiyah,
dsbnya.
Hal ini penting bila menghadapi anggapan orang yang mengatakan bahwa thoriqoh atau
tasawuf bukan ajaran Islam atau bid’ah ; sebelum menjadi Rasul, Nabi M uhammad saw adalah
seorang sufi ; Para shohabat yang tinggal di Shuffah -pun tidak diusir oleh Nabi saw , bahkan
Nabi saw meminta para shohabat yang lain untuk membantu memberi makan mereka .
Ajaran tawakkal didalam al -Qur’an mendorong timbulnya tasawuf ya ng bercirikan
zuhud. Tawakkal adalah penyerahan diri. Pentingnya pengalaman spiritual yang ditekankan
didalam al-Qur’an juga memberikan pengaruh bagi timbulnya tasawuf.
Menurut Fazlur Rohman, Nabi saw benar-benar diperintah oleh Alloh Swt menjadi rosul
setelah Beliau saw menyaksikan sesuatu melalui pengalaman -pengalaman spiritual ; Jadi,
kesadaran ke-Rasulan justru dimulai dari pengalaman spiritual ; Fazlur Rohman melihat ayat -
ayat yang berisi hal-hal spiritual umumnya sebagai ayat -ayat yang diturunkan di Makkah ;
Jarang dijumpai ayat-ayat Madaniyah yang berisi pentingnya pengalaman -pengalaman spiritual.
Kenyataan ini mengharuskan adanya dasar -dasar keyaqinan dari dorongan pengalaman
spiritual terlebih dahulu yang kelak akan menjadi landasan bagi pembangu nan ummat Islam di
Madinah . Pengalaman spiritual termasuk sikap tawakkal dan hidup sederhana, bermuara dari
zuhud ; Faktor paling dominant yang menyebabkan timbulnya gerakaan tasawuf adalah ajaran
zuhud didalam Islam ; ZUHUD = hidup sederhana .
Perkembangan tasawuf mempunyai makna yang khusus ketika muncul guru -guru sufi ;
Pada tahap pertama, berjalanlah tasawuf dalam arti zuhud dan ibzdzh-ibzdzh sunnah . Hal ini
sudah terjadi di zaman Nabi saw ; Tahap kedua muncul guru -guru sufi yang sudah mencapai
tingkatan tinggi. Mereka mengajarkan wirid dan thoriqohnya. ; Sebelum masa al-Ghozali-pun,
jenis-jenis thoriqoh ; Lalu ada perkembangan yang sangat berarti di zaman al -Ghozali ayang
berjalan cukup panjang . Pada masa itu tasawuf sudah berbeda dari sebelumnya , karena sudah
bercampur dengan filsafat.
Di kalangan Syi’ah, tradisi tasawuf kuat sekali, disertai dengan filsafat dan fiqih ortodoks
yang kokoh. Fikiran Syi’ah memang agak ganjil. Fiqih Syi’ah kadang -kadang tampak rasional
dan kadang-kadang tampak kaku sekali. Filsafat mereka juga kadang -kadang rasional sekali dan
kadang-kadang justru bercampur dengan irfan sehingga tidak tampak lagi cirri rasionalnya.
Kesimpulannya, bahwasanya tasawuf memang sudah ada sejak zaman Nabi saw, namun
sa’at itu belum di modifikasi seperti pada sa’at ini. Jadi … bagi siapapun yang tidak sefaham
dengan doktrin tasawuf, apalagi sampai berkata bahwa tasawuf itu bid’ah, berarti dia tidak
membaca dan memetik intisari sejarah yang penuh hikmah dan arti .
FITNAH
Fitnah adalah cobaan dan ujian.
Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga dise-but fitnah. Alloh berfirman dalam kitab-Nya:
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi." (Al-Baqarah: 193)
Yaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran.
Dalam ayat lain Alloh berfirman:
"Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya." (Al-Ahzab: 14)
Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan un-tuk sesuatu berupa bala dan cobaan yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan banyak orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang menye-satkan yang sangat dikhawatirkan Rasululloh shallAllohu 'alaihi wasallam atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:
"Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia." (HR: Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan materi dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh karena itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Alloh dan diberi-Nya karunia ilmu dan pengetahuan.
Pemikir Tasawwuf
Al-Ghazali di kenal sebagai orang yang haus akan segala ilmu pengetahuan. Ia
berusaha sekeras mungkin agar dapat mencapai suatu keyakinan dan mengetahui
hakikat segala sesuatu. Sehingga senantiasa ia bersikap kritis dan kadang ia tidak
percaya terhadap adanya kebenaran semua macam pengetahuan, kecuali yang bersifat
inderawi dan pengetahuan hakikat (oxioma atau sangat mendasar). Namun pada
kedua pengetahuan inipun ia akhirnya tidak percaya (skeptis). Hal ini ia ungkapan
pada kitab Al Mungidz yaitu: Sikap skeptis yang menimpa diriku dan yang
berlangsung lama telah berakhir dengan suatu keadaan, dimana diriku tidak
mempercayai kepada pengetahuan inderawi, bahkan keraguan-keraguan ini semakin
mendalam dengan perkataanya: “Bagaimana pengetahuan inderawi itu bisa diterima.
Seperti misalnya penglihatan sebagai inderawi.
Corak Pemikiran Tasawuf Imam al-Ghozali
Di dalam tasawufnya, Imam al-Ghozali memilih tasawuf sunni yang
berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Nabi, ditambah dengan doktrin Ahlussunnah Wal
Jamaah yang kebangkitannya kembali dipelopori oleh al-Imam Abu al-Hasan Ali bin
Ismail al-Asy’ari. Dari paham tasawufnya itu, beliau menjauhkan semua
kecenderungan genotis yang mempengaruhi para filosuf Islam, sekte Isma'iliyah,
aliran Syi’ah, Ikhwan al-Shofa, dan lain-lain. Beliau menjauhkan tasawufnya dari
paham ketuhanan Aristoteles, seperti emanasi dan penyatuan. Itulah sebabnya dapat
dikatakan bahwa tasawuf al-Ghozali benar-benar bercorak Islam.
Corak tasawufnya lebih ditekankan pada adab dan tatakrama. Beliau berkata:
Adab adalah pendidikan dhohir dan bathin, oleh karenanya apabila seorang hamba
telah berbuat baik secara dhohir dan bathin maka ia telah menjadi sufi yang beradab.
Barang siapa selalu berperilaku sesuai dengan Sunah maka Allah SWT akan
menerangi hatinya dengan cahaya kemarifatan karena tidak ada kedudukan yang
lebih mulia dari mengikuti Nabi Muhammad yang dicintai Allah dalam perintah,
perbuatan, dan ahlaknya, baik dalam niat, ucapan maupun perbuatan.
Tasawuf Al - Ghazali menghimpun akidah, syariat dan akhlak dalam suatu
sistematika yang kuat dan amat berbobot, karena teori - teori tasawufnya lahir dari
kajian dan pengalaman pribadi setelah melaksanakan suluk dalam riyadhah dan
mujahadah yang intensif dan berkesinambungan, sehingga dapat dikatakan bahwa
seumur hidupnya ia bertasawuf.
Dalam pandangannya, Ilmu Tasawuf mengandung 2 bagian penting, pertama
menyangkut ilmu mu'amalah dan bagian kedua menyangkut ilmu mukasyafah, hal ini
diuraikan dalam karyanya Ihya 'Ulumiddin, Al -Ghazali menyusun menjadi 4 bab
utama dan masing-masing dibagi lagi kedalam 10 pasal yaitu :
· Bab pertama : tentang ibadah (rubu' al - ibadah)
· Bab kedua : tentang adat istiadat (rubu' al - adat)
· Bab ketiga : tentang hal -hal yang mencelakakan (rubu' al - muhlikat)
· Bab keempat : tentang maqamat dan ahwal (rubu' al - munjiyat)
Menurutnya, perjalanan tasawuf itu pada hakekatnya adalah pembersihan diri
dan pembeningan hati terus menerus sehingga mampu mencapai musyahadah. Oleh
karena itu ia menekankan pentingnya pelatihan jiwa, penempatan moral atau akhlak
yang terpuji baik disisi manusia maupun Tuhan.
06/01/2012
HAJI KE MEKAH DAN HAJJI ROHANI KE HAKIKAT HATI
Pekerjaan hajji menurut syariat ialah mengunjungi ka'abah di Makkah . Ada beberapa syarat berhubung dengan ibadat hajji: memakai ihram – dua helai kain yang tidak berjahit menandakan pelepasan semua ikatan duniawi; memasuki Makkah dalam keadaan berwuduk; tawaf keliling ka'abah sebanyak tujuh kali tanda penyerahan sepenuhnya; lari-lari anak dari Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali; pergi ke Padang Arafah dan tinggal di sana sehingga matahari terbenam; bermalam di Musdalifah; melakukan korban di Mina; meminum air zamzam; melakukan sembahyang dua rakaat berhampiran dengan tempat Nabi Ibrahim a.s pernah berdiri. Bila semua ini dilakukan pekerjaan hajji pun sempurna dan balasannya diperakui. Jika terdapat kecacatan pada pekerjaan tersebut balasannya dibatalkan. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: “Sempurnakan hajji dan umrah kerana Allah”. (Surah al-Baqarah, ayat 196).
Bila semua itu telah selesai banyak daripada hubungan keduniaan yang ditegah semasa pekerjaan hajji dibolehkan semula. Sebagai tanda selesainya pekerjaan hajji seseorang itu melakukan tawaf terakhir sekali sebelum kembali kepada kehidupan harian.
Ganjaran untuk orang yang mengerjakan hajji dinyatakan oleh Allah dengan firman-Nya: “Dan barangsiapa masuk ke dalamnya amanlah ia, dan kerana Allah (wajib) atas manusia pergi ke rumah itu bagi yang berkuasa ke sana ”. (Surah al-‘Imraan, ayat 97).
Orang yang sempurna ibadat hajjinya selamat daripada azab neraka. Itulah balasannya.
Pekerjaan hajji kerohanian memerlukan persiapan yang besar dan mengumpulkan keperluan-keperluan sebelum memulakan perjalanan. Langkah pertama ialah mencari juru pandu, pembimbing, guru, seorang yang dikasihi, dihormati, diharapkan dan ditaati oleh orang yang mahu menjadi murid itu. Pembimbing itulah yang akan membekalkan murid itu bagi mengerjakan hajji kerohanian, dengan segala keperluannya.
Kemudian dia mesti menyediakan hatinya. Untuk menjadikannya jaga seseorang itu perlu mengucapkan kalimah tauhid “La ilaha illa Llah” dan mengingati Allah dengan menghayati kalimah tersebut. Dengan ini hati menjadi jaga, menjadi hidup. Ia hendaklah mengingati Allah dan berterusan mengingati Allah sehingga seluruh diri batin menjadi suci bersih daripada selain Allah.
Selepas penyucian batin seseorang perlu menyebutkan nama-nama bagi sifat-sifat Allah yang akan menyalakan cahaya keindahan dan kemuliaan-Nya. Di dalam cahaya itulah seseorang itu diharapkan dapat melihat ka'abah bagi hakikat rahsia. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim a.s dan anaknya Nabi Ismail a.s melakukan penyucian ini: “Janganlah engkau sekutukan Aku dengan sesuatu apa pun dan bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang tawaf, dan yang berdiri, dan yang rukuk, dan yang sujud”. (Surah al-Hajj, ayat 26).
Sesungguhnya ka'abah zahir yang ada di Makkah dijaga dengan bersih untuk para pekerja hajji. Betapa lebih lagi kesucian yang perlu dijaga terhadap ka'abah batin yang ke atasnya hakikat akan memancar.
Selepas persediaan itu pekerja hajji batin menyelimutkan dirinya dengan roh suci, mengubah bentuk kebendaannya menjadi hakikat batin, dan melakukan tawaf ka'abah hati, mengucap di dalam hati nama Tuhan yang kedua- “ALLAH”, nama yang khusus bagi-Nya. Ia bergerak dalam bulatan kerana laluan rohani bukan lurus tetapi dalam bentuk bulatan. Akhirnya adalah permulaannya.
Kemudian ia pergi ke Padang Arafah hati, tempat batin yang merendahkan diri dan merayu kepada Tuhannya, tempat yang diharapkan seseorang dapat mengetahui rahasia “La ilaha illa Llah”, “Yang Maha Esa, tiada sekutu”. Di sana ia berdiri mengucapkan nama ketiga “HU” – bukan sendirian tetapi bersama-Nya kerana Allah berfirman: “ Dia beserta kamu walau di mana kamu berada”. (Surah al-Hadiid, ayat 4).
Kemudian dia mengucapkan nama keempat “HAQ”, nama bagi cahaya Zat Allah – dan kemudian nama kelima “HAYYUN” – hidup Ilahi tang darinya hidup yang sementara muncul. Kemudian dia menyatukan nama Ilahi Yang Hidup Kekal Abadi dengan nama keenam “QAYYUM” – Yang Wujud Sendiri, yang bergantung kepada-Nya segala kewujudan. Ini membawanya kepada Musdalifah yang di tengah-tengah hati.
Kemudian dia di bawa ke Mina, rahasia suci, intipati atau hakikat, di mana dia ucapkan nama yang ke tujuh “QAHHAR” – Yang Meliputi Semua, Maha Keras . Dengan kekuasaan nama tersebut dirinya dan kepentingan dirinya dikorbankan. Tabir keingkaran ditiupkan dan pintu kebatilan diterbangkan.
Mengenai tabir yang memisahkan yang dicipta dengan Pencipta, Nabi s.a.w bersabda, “Iman dan kufur wujud pada tempat di sebalik arasy Allah. Keduanya adalah hijab memisahkan Tuhan daripada pemandangan hamba-hamba-Nya. Satu adalah hitam dan satu lagi putih”.
Kemudian kepada roh suci dicukurkan daripada segala sifat kebendaan.
Dengan membaca nama Ilahi ke delapan “WAHHAB” – Pemberi kepada semua, tanpa batas, tanpa syarat – dia memasuki daerah suci bagi Zat. Kemudian dia mengucapkan nama kesembilan “FATTAH” – Pembuka segala yang tertutup.
Memasuki ke tempat menyerah diri di mana dia tinggal mengasingkan diri, hampir dengan Allah, dalam keakraban dengan-Nya dan jauh daripada segala yang lain, dia mengucapkan nama yang ke sepuluh “WAHID” – Yang Esa, yang tiada tara , tiada sesuatu menyamai-Nya. Di sana dia mula menyaksikan sifat Allah “SAMAD” – Yang menjadi sumber kepada segala sesuatu. Ia adalah pemandangan tanpa rupa, tanpa bentuk, tidak menyerupai sesuatu.
Kemudian tawaf terakhir bermula, tujuh pusingan yang dalam tempoh tersebut dia mengucapkan enam nama-nama yang terakhir dan ditambah dengan nama ke sebelas “AHAD” – Yang Esa. Kemudian dia minum daripada tangan keakraban Allah.
“Dan Tuhan mereka membuat mereka meminum minuman asli”. (Surah Insaan, ayat 21) .
Cawan yang di dalamnya minuman ini disediakan ialah nama yang kedua belas “SAMAD” – Sumber, yang menunaikan segala hajat, satu-satunya tempat meminta tolong.
Dengan meminum dari sumber ini dia melihat semua tabir tersingkap daripada wajah keabadian. Dia mendongak melihat kepada-Nya dengan cahaya yang datang daripada-Nya. Alam ini tiada persamaan, tiada bentuk, tiada rupa. Ia tidak mampu diterangkan, diibaratkan, alam yang tidak ada mata pernah melihatnya, tiada telinga pernah mendengarnya dan tiada hati manusia yang ingat. Kalam Allah tidak didengar dengan bunyi atau dilihat dengan tulisan. Kesukaan yang tiada hati manusia boleh merasai ialah kelazatan menyaksikan hakikat Allah dan mendengar percakapan-Nya: “Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal salih, maka mereka itu Allah akan tukarkan kejahatan-kejahatan mereka kepada kebaikan-kebaikan” . (Surah al-Furqaan, ayat 70).
Kemudian pekerja hajji itu dibebaskan daripada semua perbuatan yang daripada dirinya dan bebas daripada ketakutan dan dukacita. “Ketahuilah sesungguhnya pembantu-pembantu Allah, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak akan mereka berdukacita”. (Surah Yunus, ayat 62).
Akhirnya tawaf selamat tinggal dilakukan dengan mengucapkan semua nama-nama Ilahi.
Kemudian pekerja hajji kembali ke rumahnya, ke tempat asalnya, bumi suci di mana Allah ciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dan paling indah. Ketika kembalinya itu dia mengucapkan nama kedua belas “SAMAD”, perbendaharaan yang daripadanya semua keperluan makhluk dibekalkan. Itu adalah alam kehampiran Allah. Itulah tempat kediaman pekerja hajji batin, dan ke sanalah mereka kembali.
Hanya itulah yang dapat diceritakan sekadar lidah mampu ucapkan dan akal mampu terima. Selepas itu tiada berita yang boleh diberi kerana selebih daripada itu tidak boleh disaksikan, tidak dimengerti, tidak mampu difikir atau diterangkan. Nabi s.a.w bersabda, “ Ada ilmu yang tinggal tetap seumpama khazanah yang tertanam. Tiada siapa yang boleh mengetahuinya dan tiada siapa boleh mendapatkannya melainkan mereka yang menerima ilmu Ilahi”, tetapi bila diperdengarkan kewujudan ilmu demikian, yang ikhlas tidak menafikannya.
Manusia yang memiliki pengetahuan biasa mengumpulkan apa yang boleh dikumpulkan di permukaan. Orang yang memiliki ilmu ketuhanan mengeluarkan dasarnya. Hikmah kebijaksanaan orang arif adalah sebenar-benar rahsia bagi Allah Yang Maha Tinggi. Tiada siapa yang tahu apa yang Dia tahu kecuali Dia sendiri. “Sedang mereka tidak meliputi (sedikit pun) daripada ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Pengetahuan-Nya meliputi langit-langit dan bumi, dan memelihara keduanya tidaklah berat bagi-Nya” . (Surah al-Baqarah, ayat 255).
Mereka yang dirahmati, yang dikurniakan sebahagian ilmu-Nya adalah nabi-nabi dan kekasih-Nya yang berjuang untuk datang hampir kepada-Nya. Firman-Nya: “Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”. (Surah Ta Ha, ayat 7). “Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Kepunyaan-Nya nama-nama yang sangat baik”. (Surah Ta Ha, ayat 8).
Dan Allah paling mengetahui.
Langganan:
Komentar (Atom)

