Misbahul Fadli

As-Saffaat 35-36

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka:

"Laa ilaaha illallah"

(Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah)

mereka menyombongkan diri,dan mereka berkata:

"Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"

Powered By Misbahul Fadli

Halaman

13/10/2014

Kado Ulang Tahunku u13 Dari Allah SWT

Jum'at 20 april 2001 09:00 teeeet teeet teeeet bel jam istirahat pelajaran sekolah,
   waktu itu aku masih duduk dikelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs). baru saja keluar kelas untuk jam istirahat pelajaran,temanku menyapaku "kamu dicari.." siapa? jawabku. "gag tau,orangnya didepan". bergegas ku ke depan, ternyata dua tetanggaku "ayo hul, ikut aku ke rumah sakit.. aku disuruh abimu jemput". oh ya.. jawabku langsung aku ikut meninggalkan tas sekolah dan sepeda.
   di pintu kamar ku tertegun menatap abi yang kritis di antara keluarga dan semua santri yang menyelesaikan khataman,sejenak ku peluk beliau. dokter dan suster suster berdatangan hendak membawa ke ruang ICU, dan kami semua pun hanya bisa khataman dan menunggu di luar ICU,kecuali ummi dan kakak yang pertama. "sudah,pergilah shalat jum'at.. biar ummi yang disini" ucap abi pada kakak. kami pun bergegas mencari masjid sekitar rumah sakit yang ternyata jaraknya +100meter. "jangan risau bila ku tinggalkan,Allah menjaga.. bila disakiti,doakan saja mereka agar selamat. Allah sudah berjanji padaku akan selalu melindungi anak-anakku" wasiat abi pada ummi. tepat khotib naik mimbar,abi menghembuskan nafas terakhir. setelah seleesai menunaikan ibadah shalat jum'at kami semua bergegas kembali,namun semua menyambut dengan tangis airmata bercucuran. kami pun tak bisa membendungnya "INNA LILLAAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UUN". Aku melihat jerit tangis adikku yang paling kecil u3th yang tak tau apa apa dia ikut menangis karena ummi menangis. semua santri yang dirumah sakit menghubungi yang dirumah untuk menyiapkan dan menyiarkan wafatnya abi. "yang benar saja!!! jangan bohong!!" seseorang dihubungi tak percaya kabar itu,dia mencoba menghubungi yang lain,akhirnya semua menerima kabar itu. kami pun pulang.
  hampir sampai rumah,terdengar samar surat AL IKHLAS berulang ulang suara speker mushollah depan rumah. kami di sambut para kyai sahabat-sahabat abi. sejenak ku kedalam lalu ku gendong adikku yang paling kecil yang masih menangis ku ajak keluar dan menghiburnya. karena saat itu aku menghibur adikku diluar rumah, aku pun hanya bisa melihat orang orang berdatangan untuk bertakziah dan manshalati abi di mushollah hingga saatnya mengantarkan ke liang kubur.

aku berfikir inilah saatnya aku di bebani ujian terberat. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. aku di beri kado ikhlas dan sabar, antara hidup dan mati, antara suka dan duka, di umurku yang ke 13tahun pada tanggal 25.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar